Selamat Datang

Kamis, 09 Mei 2013

Setiap Yang Bernyawa Pasti Mati

Mati adalah bercerai roh dari badan, tetapi ianya bukanlah satu babak yang penyudah dalam arena kehidupan di dunia, malah ianya sebagai suatu proses sementara bagi menempuh kehidupan yang kekal abadi yang bermula dari alam kubur. Setiap makhluk ini tidak terlepas dari mati.
Maksud Firman Allah s.w.t :
"Setiap yang bernyawa akan merasai mati dan sesungguhnya pahala kamu akan dibalas pada hari Khiamat."
( Surah Ali Imran ayat 185 )

Dari ayat di atas disampaikan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, entah itu manusia, tumbuhan, maupun hewan pasti akan mengalami yang namanya kematian. Kematian menjadi suatu keniscayaan yang akan dialami oleh makhluk hidup, dalam fase biologi kematian merupakan fase terakhir dalam proses kehidupan. Fase tersebut diawali dengan pertemuan antara sel telur dan sel sperma hingga akhirnya menjadi zygot dan seterusnya hingga proses kematian.
Kematian ini tidak bisa dihindari dengan sesuatu apapun caranya, karena waktu hidup kita ibarat mesin atau barang yang memiliki masa penggunaan atau waktu kadaluarsa. Jika kita menganalogikan dalam kehidupan masyarakat Islam, kehidupan di dunia ini ibarat seorang musafir(pengelana) yang sedang melakukan perjalanan dan beristirahat sebentar untuk mempersiapkan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Pertanyaanya, sudahkah kita mempersiapkan bekal itu? (dijawab masing2 pribadi yang membaca)

Maut adalah janji Allah yang pasti sedangkan kehadirannya dapat kapan saja. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu mengingatkan diri pada kemungkinan bahwa setiap saat maut dapat hadir menemui kita.

Sesungguhnya kematian itu tidak pernah diundang atau dijemput, ia tidak pernah berkompromi, tidak memilih martabat atau dalam keadaan sedar atau berkhayal, dalam taqwa atau maksiat. Kematian itu pasti mencari di mana saja roh berada.
Maksud Firman Allah s.w.t :                                                                                           
"Di mana saja kamu berada, kematian itu akan mendapatkan kamu sekalipun kamu berada dalam kubu yang kukuh."                                               
(Surah an-Nisaa' ayat 78)

Jika kematian itu bisa menjemput kita kapan saja dan dimana saja dan dalam kondisi apa saja, maka sudah pasti hal yang harus kita lakukan adalah mulai mempersiapkan "bekal" tersebut agar kita tidak bingung ketika "jemputan" kita telah tiba.

Tulisan ini berniat mengingatkan penulis secara pribadi dan pembaca sekalian, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar